Sunyi, Tapi Aku Suka -

2020 
Aku terdiam, perjalanan entah menuju dan atau berakhir dimana, suara sayup kendaraan terdengar, ku letakkan kepala pada senderan kaca bis menuju ke sebuah kota, satu persatu pohon rindang, hijau silih berganti melambaikan senyuman seakan berkata "Hai, hai, hai..." pada sebuah lamunanku yang tak tentu arah dan akhir dimana...

lalu

18/4/2025
Perutku terasa begah, 1 potong tequila, sekitar 1 genggam kentang goreng gurih taburan garam dan rumput laut garing, dressing salad daun entah apa namanya beserta saus wijen sangrai menambah kelezatan salad di tengah cemian non sehat, lebih lezat dibanding main menu, dan 1 gelas smoothies strawberi yang tinggal beberapa teguk lagi habis, karena tidak bisa pesan lagi sedikit demi sedikit ku minum, meskipun sudah begah. Hari ini libur paskah, seharian gundah gulana sudah aku tebak mendekati menstruasi, karena bulan kemarin perasaan seperti ini datang di tgl 17, sudah biasa. Tapi ku ucapkan banyak terima kasih untuk diriku, siang tadi mumet, lalu sore mandi pagi dan keramas setelah itu sholat magrib, aku happy, lalu murung kembali banyak rencana, tapi enah mana yang mau dipilih, pada akhirnya aku memilih ke cafe di dekat kosanku sekarang, bagus, menarik, bersih, makanan nya enak, minuman enak, sudah kali kedua aku kesini, ada live music dari layar TV besar, di setiap sudut sangat bersih, aku suka, nanti aku cerita selanjutnya ya.



Comments

Popular posts from this blog

Tau Ga?

Pesan Semesta Buat Kamu

Hey...It's for you...pretty